Feed on
Tulisan
Komentar

MaK ErOt DaN CuCuNya H. SaEPullOhMak ErOt MeNinGGaL!!!

ASLIMAKEROT.COM Mak Erot dan cucunya, H. Saepulloh Kamis, 10 Juli 2008 | 13:57 WIB Laporan Wartawan Kompas Agustinus Handoko SUKABUMI, KAMIS -Tokoh pengobatan tradisional khusus lelaki, Mak Erot, dikabarkan meninggal dunia pada 5 Juli lalu dalam usia lebih dari 131 tahun.

Informasi mengenai meninggalnya Mak Erot tidak dibuka oleh keluarga sehingga baru terdengar setelah beberapa hari kemudian. Mak Erot yang tinggal di Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, wafat karena usia tua. Sejumlah warga Cisolok dan Palabuhanratu yang dihubungi melalui telepon membenarkan kabar meninggalnya Mak Erot. Informasi yang berhasil dihimpun menyatakan, ribuan pelayat mengantarkan Mak Erot ke peristirahatan terakhir. Sementara itu, pengajian untuk mendoakan arwah Mak Erot dilakukan hingga tujuh hari. Lanjut Baca »

MaNuSia KaWat InGin MeNiKah

Kamis, 10 Juli 2008 | 07:17 WIB

NoorSyaiDaHKENDATI dikenal selalu tabah dan suka bergaul dengan orang lain, namun untuk urusan asmara atau percintaan Noorsyaidah tetap tak bisa menyembunyikan rasa mindernya. Perempuan yang telah berusia 40 tahun ini mengaku, hingga saat dia belum memiliki calon pasangan hidup karena khawatir suaminya akan menyesal dengan penyakit aneh yang dideritanya.

Ketika remaja hingga kuliah di Samarinda, Noor dikenal sebagai perempuan yang tomboy. Ia tak pernah sedikit pun membedakan siapa orang yang akan dan telah menjadi temannya sehari-hari. Seperti perempuan pada umumnya, ia juga pernah memiliki pujaan hati atau pacar. Ditambah lagi, karena jiwa sosialnya yang tinggi terhadap sesama, Noor dikenal sangat “ringan tangan” atau senang membantu teman-temannya yang dalam kesulitan. Pernah suatu saat ada temannya yang tak mampu membayar uang kuliah, tanpa meminta imbalan apa pun Noor langsung membantu temannya itu dengan ikhlas. Lanjut Baca »

LaMaRaN KerJa Nih!

MeLaMar KerJa YoK !?!?

Lowongan Kerja di DANAMON, MIGAS, PLN

Buruan Kesempatan terbatas dan tidak datang 2 x loh…..!

PenDiDiKan TiDak MenGaKar Di MasYaRaKat

 

Pendidikan nasional seringkali dikelola tanpa didasari oleh justifikasi, kajian ilmiah, dan penilaian berdasarkan data yang akurat. Akibatnya, pengelolaan pendidikan di semua jenjang, jenis, dan jalur, berjalan secara sporadis dan tidak mengakar di masyarakat sehingga kehilangan makna bagi kebangkitan bangsa.

Pengalaman sepanjang abad pertama kebangkitan nasional, kebijakan perencanaan dan pengelolaan pendidikan, termasuk juga di ruang kelas, belum didasari justifikasi dari suatu kajian ilmiah. Ini terlihat dari banyak gagasan inovatif dan strategis yang dilaksakan untuk meningkatkan pendidikan secara nasional, namun dilaksakan secara temporer atau sebatas masa jabatan menteri yang bersangkutan. Lanjut Baca »

Puluhan Kawat Keluar dari Perut Bu Noor

Tribun Kaltim / Muhammad Khaidir

Puluhan kawat menjuntai di perut Bu Noor

Senin, 7 Juli 2008 | 05:13 WIB

NOORSYAIDAH terus menahan sakit dari penyakit aneh yang dideritanya. Di perut dan dada perempuan berusia 40 tahun ini bermunculan puluhan batang kawat sepanjang sekitar 20 cm.

KuAsa TuHan“Mungkin Tuhan ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa dengan kekuasaan-Nya apapun bisa saja terjadi dan sayalah orang yang dipilih untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya itu. Maka itu saya harus menjalaninya dengan tabah,” kata Noor dengan pasrah.

Saat ditemui di kediaman saudara perempuannya di Jalan Merdeka III, Samarinda Ilir, Noor terpaksa harus berjalan membungkuk agar kawat-kawat di perutnya itu tidak mengenai baju kaos berwarna merah yang dikenakannya.

Bahkan, Noor pun hanya bisa duduk di pinggir kursi dan tetap membungkuk karena sedikit saja dia bergerak, kawat di tubuhnya itu akan menyentuh kain bajunya dan nyeri akan dirasakannya. Lanjut Baca »

Hampir Lahir,  Janin ‘Dirampas’ dari Rahim

 

Selasa, 1 Juli 2008 | 19:34 WIB

KENNEWICK, SELASA - Perampasan janin dari rahim ibunya kembali terjadi di AS. Seorang perempuan 27 tahun tewas secara mengerikan dan janinnya menjelang lahir hilang dari perutnya.

Demikian disebutkan dalam dokumen pengadilan yang dipublikasikan, Senin (30/6) atau Selasa (1/7) waktu Indonesia. Araceli Camacho Gomez ditemukan tewas dengan kondisi tangan terikat dan menderita trauma hebat di bagian perutnya, Jumat (27/6) malam. Jenazahnya ditemukan di Columbia Park di Kennewick, Sabtu (28/6).

Hasil otopsi menunjukkan ia tewas setelah dadanya ditikam berulang kali. Janin yang sudah menjelang lahir diambil dari rahimnya. Ajaibnya, janin itu masih hidup, meski dalam kondisi kritis dan dirawat di Deaconess Medical Center di Spokane.

Dalam kasus itu, seorang perempuan warga Kennewick, Phiengchai Sisouvanh Synhavong (23), ditangkap atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama. Ia dituduh mengakui bayi itu sebagai miliknya ketika ia memanggil petugas pertolongan darurat Jumat malam. Ia ditahan tanpa jaminan, Senin (30/6) dan akan diseret ke pengadilan, Rabu (2/6).

Dari tas Sisouvanh Synhavong polisi menyita sarung tangan dan tisu belepotan darah, sebilah pemotong karton, serta botol dan kaus kaki bayi.

yu

Older Posts »