BaGi-BaGi UaNg GraTis


BaGi-BaGi ReJeKi (UaNg GraTis) 100 Jt












TuNg DeSem WaRinGin


Sabtu, 31 Mei 2008 | 09:31 WIB


JAKARTA, SABTUSetelah tak mendapatkan izin di Jakarta, niat pelatih sukses Tung Desem Waringin untuk menyebarkan uang Rp 100 juta jalan terus. Hanya saja, penyebaran uang ini diputuskan dilakukan di luar Jakarta, Minggu (1/6).



Asisten Managing Director Tung Desem Waringin, Dicky M Sidik, enggan menyebutkan di kota mana sebar uang itu akan dilakukan. “Demi keamanan, kami memang sengaja merahasiakan di kota mana akan dilakukan. Yang jelas, beberapa jam dari Jakarta. Teknisnya disebar melalui udara,” kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.  



Dicky menambahkan, total uang Rp 100 juta itu tak hanya berwujud uang. Lebih kurang sekitar 100 tiket seminar 3 hari @ Rp 3,9 juta juga akan dibagikan. “Jadi, selain pecahan uang Rp 1.000,  Rp 5.000, dan Rp 10.000, juga ada lebih dari 100 tiket seminar 3 hari. Harga per tiketnya sekitar Rp 3,9 juta. Total uang dan tiket itu 100 juta,” jelasnya.  



Bagi-bagi uang ini, menurut Dicky, merupakan gambaran dunia marketing saat ini yang menganut dua aliran. Pertama, aliran mengingatkan dan kedua, aliran menawarkan. Apa beda kedua aliran itu? “Kami sebenarnya menyindir. Aliran mengingatkan itu mengeluarkan budget besar untuk melakukan promosi iklan yang tidak bisa diukur. Hanya buang-buang uang saja, dari pada dibuang seperti itu mending dibagikan saja. Kalau aliran menawarkan, melakukan promosi dengan memasang iklan juga dan akhirnya yang melihat akan merespons tapi tidak ada penjelasan mengapa konsumen harus membeli produk yang ditawarkan,” ujar Dicky.

~ oleh LiNa MaRrY di/pada 2 Juni 2008.

5 Tanggapan to “BaGi-BaGi UaNg GraTis”

  1. orang punya duit banyak, jika tak punya duit pelit rasanya, toh berpikir positiflah

  2. ya iyalah….
    tp lbh ssh lagi kalo punya duit banyak, pelit pula

  3. itu orang kapitalis kalo banyak duit dan pelit

  4. wah gitu toh..
    tapi banyak orang kenyataannya mampu tapi ngemis
    bukannya memberi malah minta…..
    pura-pura ndak ada harta padahal tabungan banyak
    takut diminta kali..
    itu nama istilahnya apalagi ya??

  5. kalo itu namanya takut sensara, ngawur dech

Tinggalkan Balasan