KeKerAsAn DaLam PenDidIkaN

AdUh…, AdUh…., AmPun..!!!

AduH-AdUh, AmPun

 Sekarang tuh marak sekali pemberitaan tentang kekerasan dalam dunia pendidikan. Ada yang katanya tidak senang karena guru tersebut memukul, mencubit, menampar, menendang, dan lain-lain jenis kekerasan yang kerap terjadi di dunia pendidikan.

Kalau menurut saya kekerasan dalam dunia pendidikan itu perlu juga kadang-kadang dilakukan. Karena terkadang siswa tersebut juga yang menjadikan kita harus melakukan sesuatu yang agak keras kepada siswa. Contohnya saja terkadang siswa berlaku tidak sopan, atau melakukan kesalahan yang sama seperti makan di dalam ruangan, sms an atau nonton atau baca sesuatu yang lain berkedokan buku pelajaran. Terkadang ada yang tidak segan-segan guru sedang menerangkan ada yang dandan, tanpa memperdulikan atau segan kepada gurunya.

AmPuN Bu GuRuSaya dulu belajar, guru saya kebanyakan kejam dan keras. Siswa jadi takut untuk melakukan kesalahan dan orang tuanya juga tidak lansung ngamuk atau marah-marah kesekolah jika anak mereka dihukum oleh gurunya. Kami dulu kadang dihukum pake sapu lidi dipukul dibetis, tangan kadang merah karena dipukul pake penggaris kayu, suruh jalan jongkok, hormat bendera selama 2 jam pelajaran, membersihkan kamar mandi selama 1 minggu, terkadang dikurung dikamar mandi selama 4 jam kalau mereka yang punya hobby berkelahi biasanya, ditampar kalau udah kelewatan banget  dan hukuman yang lain-lainnya. Tapi emang tidak ada yang menghukum sampe mereka cederanya berlebihan. Contoh tidak menendang pada bagian yang dianggap sensitif dan mengakibatkan perlu dirawat, tidak pernah memukul kebagian kepala paling juga dijewer atau ditarik rambut halus yang ada didekat telinga, tidak ada yang meninju dan lain-lain yang sangat berbahaya.

JanJi NdAk NaKaL LaGi BuEmang ada guru yang saya lihat diberita terlalu keras dalam memberikan hukuman. Tetapi ada juga yang masih wajar tapi siswa dan orang tuanya beringas tidak terima perlakuan yang diberikan gurunya. Seharusnya kita selidiki dulu kebenarannya. Karena kalau ditanya kepada anak kita, biasanya anak mengatakan bahwa mereka tuh sebenarnya tidak salah dan gurunya aja yang aneh. Seperti bertanya kepada siswa yang tidak pro kepada anak kita.

Yang perlu kita lihat dari sisi orang tua, seperti kondisi saya sekarang setelah menjadi orang tua dari 2 orang anak, yaitu sianak terkadang bisa bersikap manis dihadapan kita, tetapi didepan orang lain mereka terkadang melakukan perbuatan yang aneh. Kemudian ada lagi anak kita yang nakal, saya juga kadang juga memberikan hukum pada anak saya, tetapi tidak membuat mereka cendera. Tetapi kenapa ketika guru anak kita memberikan hukuman kita tidak terima. Seperti ada komentar seorang ibu yang mengatakan : “Saya aja ibunya ndak pernah mukul dan jewer anak saya, ini gurunya kok jewer dan pukul anak saya.” Waduh padahal anaknya hanya merah dikit karena dijewer tapi udah marahnya udah seperti sianaknya mau mati. Mereka kan juga manusia yang punya batas kesabaran.

Jadi inti dari semuanya yaitu mari kita teliti kembali dengan bijaksana anak kita apakah wajar untuk mendapatkan hukuman atau tidak. Dan sang guru juga harus bisa mengontrol emosinya sewaktu mau memberikan hukuman dan tidak mencampuradukkan emosi ke siswa yang nakal dengan emosi kepada persoalan pribadi karena ada masalah dengan yang lain.

LoVe U TeAcHer

~ oleh LiNa MaRrY di/pada 5 Februari 2009.

3 Tanggapan to “KeKerAsAn DaLam PenDidIkaN”

  1. memberi hukuman kepada anak didik sebaiknya di sesuaikan dengan umur anak didik juga, dan hukuman diberikan bukan untuk menciderai si anak, tapi sifatnya mendidik agar tidak mengulangi kesalahan di kemudian hari.
    hukuman juga perlu agar anak didik tidak ‘ngelunjak’ istilahnya. setidaknya ada rasa segan dan takut kepada pendidik, bukan berarti kita sebagai pendidik menakut2i anak didik kita.
    tapi bukan dengan kekerasan yang mengakibatkan trauma, cidera, ataupun celaka pada anak didik
    sy setuju tu mbk….. guru juga punya batas kesabaran

    • benar banget tuh..
      kita coba aja mencoba membayangkan kalo kita yg jadi guru terus menghadapi sekian puluh kepribadian….
      kalo semuanya memiliki pribadi yang bagus sih berarti aman, tapi kalo ndak brarti kita ditantang untuk bijaksana dalam menanganinya…
      kita orang tua saja terkadang kewalahan dalam menghadapi anak kita padahal hanya 2 orang.
      terkadang pake acara ngukum segala kan!!
      nah mari kita lebih bijak juga dalam menanggapi aduan dari anak kita masing-masing…
      ok

  2. kayaknya emang benar juga ya

Tinggalkan Balasan